02 Juli, 2007

Hal-hal yang perlu..

pesan ini merupakan kiriman massal dari seorang teman FS yang baik hati, cocok dengan keadaan,perasaan ku saat ini... Ummm.... :)

Lupakan setiap kebaikan yang kau lakukan,
segera setelah itu kau kerjakan.
Lupakan pujian yang jatuh atasmu,
pada saat kau memenangkannya.
Lupakan fitnahan yang kau dengar,
sebelum kau sempat mengulangnya.
Lupakan setiap pelecehen, dengki dan ejekan,
setiap kali dan kapanpun kau jumpai.

Forget each kindness that you do,
As soon as you have done it.
Forget the praise that falls to you,
The moment you have won it.
Forget the slander that you hear,Before you can repeat it.
Forget each slight, each spite, each sneer,Whenever you may meet it.



Ingatlah setiap janji yang kau buat, dan tepatilah setiap kata.
Ingatlah mereka yang memberimu bantuan,dan jadilah penghutang penuh syukur.
Ingatlah akan segala kebahagiaan yang menyertaimu dalam hidup.

Remember every promise made,And keep it to the letter.
Remember those who lend you aid,And be a grateful debtor.
Remember all the happiness That comes your way in living.

Lupakan setiap kekuatiran dan kegelisahan,jadilah penuh harapan dan pemaaf.
Ingatlah kebaikan, ingatlah kebenaran,ingatlah surga ada diatasmu.
Dan kan kau alami, lewat usia dan remajamu,bahwa akan datang banyak pencintamu.

Forget each worry and distress,Be hopeful and forgiving.
Remember good, remember truth,Remember heaven is above you.
And you will find, through age and youth,That many will come to love you.

16 Juni, 2007

Mereka yang tak akan terganti………

Terinspirasi oleh…..
seorang Ibu yang kehilangan suaminya
seorang kakak yang kehilangan adiknya
seorang anak kecil yang kehilangan ayahnya
seseorang yang tak kan terganti

Suatu hari, ada seorang anak yang memanggil seorang pria dengan sebutan “paman”. Kuberanikan diri bertanya “mengapa kau menyebutnya paman? Dia kan sekarang ayahmu??”

Aku tahu aku sangat bodoh.

Dia hanya menjawab dengan suara yang sangaaaaat halus.
Aku tahu hal itu agar tak terdengar ibu atau ‘ayah’nya
“ga bisa Za”
“kenapa? Ibumu kan pasti lebih seneng kalau kamu memanggilnya dengan sebutan ‘ayah’ ??”
si anak tersenyum.
“ga bisa Za. Kmu ga ngerti”

Aku tak melanjutkan pertanyaan-pertanyaan lain pada temanku itu.
Aku memang ga ngerti arti sebuah kehilangan.
Sungguh lancang jika aku berani mendakwa seseorang yang jelas-jelas lebih tahu gimana rasa sakit ditinggalkan.
Aku yang –mungkin- BELUM merasakan kehilangan.
Aku memang tak tahu rasanya! memikirkannya saja tak cukup membantu mendalami makna kehilangan! Tapi aku tahu bagaimana rasanya mengisi tempat seseorang dan mengerti dengan baik rasa dari TIDAK DITERIMA.
Pernahkah merasa tidak diterima? tidak terucap dari bibir mereka. tapi kau dapat mengetahuinya, karena terlukis jelas dalam mata dan tergambar abstrak lewat sikap mereka. well,sejak saat itu, tak pernah kuungkit-ungkit dengannya lagi masalah ini.

Satu hal yang pasti. Dari dulu hingga sekarang, aku yakin mereka yang meninggalkan kita tak kan pernah terganti…… TAK KAN PERNAH TERGANTI. Namun, jika sekarang ada orang lain, itu hanya mengisi pada ruang hati yang lain. Di tempat yang lain.
Percayalah…… bukan pengganti, tapi pengisi.
Dugh…. Menjelaskan hal ini memang gampang-gampang susah!
(logh… jangan plin-plan gini dunk! Klo gampang ya gampang… klo susah ya… bilang aja susah!)

Wajah boleh mirip. Nama boleh sama. Pakaian bisa dibongkar pasang. tapi, tetap berbeda.

Z, cintai aku karna ku. ^_^